Family Bufonidae

Suku ini tersebar hampir di seluruh dunia, cirri khas dari family ini adalah permukaan kulit tubuhnya yang kasar dan kekar penampilannya. Pada beberapa jenis tubuhnya tertutup oleh bintil-bintil, ukuran dewasa sangat bervariasi dari yang terkecil 25mm sampai yang terbesar mencapai kurang lebih 25 cm.

Kunci identifikasi

1a. Tubuh relatif besar, sampai120mm, kulit sangat kasar, biasanya terdapat

sepasang kelenjar paratiroid…………………………….……………………… Bufo   (2)

1b. Ukuran tubuh biasanya tidak lebih besar dari 50 mm,kelenjar paratiroid tidak jelas (tidak nampak)………………………………………………Leptophryne  (5)

2a (1a) Warna hitam atau hitam keabuan, tertutup oleh bintil-bintil, paratiroid kecil, tubuh lebih besar, sampai 120 mm…………………..Bufo asper

2b (1b) Warna coklat keabuan atau coklat kemerahan…………………..…………3

3a (2b) Kepala dengan sepasang alur-alur………………………………………………4

3b (2b) Kepala tanpa alur-alur, warna kemerah-merahan, kecoklatan, dan keabuan dengan benjolan hitam, ukuran tubuh antara 50-80mm………………

……………………………………………………………………………..Bufo melanostictus

4a (3a) Tubuh biasanya kurang dari 40 mm, punggung berwarna sama atau terdapat bercak hitam…………………..………………………………………………………

………….………………………………………………………………………..….Bufo parvus

4b (3a) Ukuran tubuh lebih dari 40 mm, kurang dari 60 mm, punggung biasanya terdapat bercak-bercak hitam, terdapat sepasang alur supraparietal diantara mata………………………………………………….………..…..Bufo bipocartus

5a (1b) Tubuh coklat dengan tanda menyerupai jam pasir atau tanda X pada

punggung, selaput renang tidak sampai pada benjolan subartikuler dari jari kaki ke 3 dan 5……………………………………………………Leptophryne borbonica

5b (1b) Tubuh bewarna hitam dengan lukisan merah atau kuning, selaput renang mencapai subartikuler terakhir dari jari kaki ke 3 dan 5……………..……

…………………………………………………….………………… Leptophryne cruentata


Gambar 1. Bufo asper Gravenhorst, 1829

Gambar 2. Bufo melanostictus Schneider, 1799

Gambar 3. Bufo parvus Boulenger, 1887


Gambar 3. Bufo bipocartus Gravenhorst, 1829



Family Megophryidae (Katak Serasah)

Katak ini hidup diantara daun-daun kering (serasah) di hutan, sehingga sering tersamar oleh dedaunan tersebut.  Katak ini dapat ditemukan mulai 0 mdpl sampai hampir 1500 mdpl, katak ini bergerak cukup lamban karena kakinya yang relatif pendek.  Tidak seperti katak jenis lain yang mengandalkan kemampuannya meloncat dari satu tempat ketempat lain, katak family Megophryidae lebih mengandalkan kemampuannya menyaru diantara dedaunan kering untuk dapat bertahan hidup.

Kunci identifikasi :

1a Kulit pada mata bagian atas meruncing dan memanjang, satu lipatan

memisahkan kepaladari tubuh, sepasang lipatan garis dorsolateral, warna

kulit seperti daun mati….……………………………….…… Megophrys Montana


1b Kulit pada mata atas tidak meruncing dan tidak memanjang,warna tubuh

agak gelap dengan motif bercak-bercak……………Leptobrachium hasseltii

Genus Megophrys

Spesies Megophrys montana Kuhl & Van Hasselt,1822 (Katak bertanduk)

Genus Leptobrachium


Spesies Leptobrachium hasseltii Tschudi, 1838


Mengenal hewan Amphibi

_Fajar Suprianto_

APA ITU HEWAN AMPHIBI ?

Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. ( Zug, 1993). Saat dewasa hewan amphibi masih memerlukan tempat yang terdapat air atau lembab untuk hidup.  Amphibi selalu hidup berasosiasi dengan air, tetapi hewan ini menghuni habitat yang cukup beragam mulai dari yang hidup di bawah permukaan air sampai yang hidup di puncak pepohonan. Kebanyakkan hewan ini hidup di kawasan berhutan, karena  memerlukan kelembaban untuk melindungi tubuhnya dari kekeringan. Semua amphibi adalah karnivora,makanannya terutama terdiri dari arthopoda, cacing dan larva serangga untuk jenis kecil, untuk yang lebih besar dapat memakan binatang yang lebih kecil seperti ikan kecil, udang, katak kecil, bahkan kadal kecil ataupun ular kecil.  Amfibi tidak memiliki alat fisik untuk mempertahankan diri seperti taring dan cakar, sebagian besar untuk jenis katak mengandalkan kaki belakangnya untuk melompat dan menghindari bahaya, alat pertahanan lain yang cukup efektif adalah kulitnya yang  beracun.

Anggota amphibia terdiri dari 4 ordo yaitu Urodela (Salamander), Apoda (Caecilia), dan Anura ( katak dan kodok), Proanura (telah punah). Adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut:


Kingdom         :Animalia

Phylum            : Chordata

Sub Phylum   : Vertebrata

SuperClass      : Tetrapoda

Class                  : Amphibia

Ordo                   : Anura, Caudata (Urodela),

Gymnophiona, Proanura (sudah

punah).


A. Ordo Anura

Subordo : Archaeobatrachia

- Familia Discoglossidae , Familia Ascaphidae, Familia Leiopelmatidae

Subordo : Mesobatrachia

- Familia Pipidae, Familia Rhinophrynidae, Familia Pelobatidae, Familia Pelodytidae

Subordo : Neobatrachia, Familia Bufonidae, Familia Microhylidae, Familia Ranidae, Familia Pelobatidae (Megophrydae) , Familia Rhacophoridae, Familia Dendrobatidae, Familia Hylidae, Familia Pelodryadidae, Familia Myobatrachidae, Familia Sooglossidae, Familia Psedidae

Ordo anura atau katak mudah dikenali dari tubuhnya yang seperti sedang berjongkok, leher tidak jelas. Tubuh katak tersususn dari tiga bagian (1) kepala (2) badan (3) anggota gerak,kepalanya pipih lebar begitu juga dengan mulutnya memiliki lidah yang panjang dan lengket yang berfungsi untuk menangkap mangsa , pangkal lidah terdapat di depan dan ujung lidah di belakang mulut.  Giginya terdapat pada langit-langit mulut yang disebut gigi vormer, matanya yang besar menonjol di sisi kepala, terdapat du kelopak yaitu atas dan bawah tetapi sulit digerakkan, sebagai gantinya katak memiliki selaput bening tipis yang disebut selaput niktitans , pada ujung depan atas mulut erdapat lubang hidung yang dapat menutup saat menyelam di air.   Di bagian sisi belakang mata terdapat selaput gendang telinga yang disebut membran tympani.  Badan katak juga lebar  memiliki dua pasang anggota gerak (kaki) ,  bagian depan lebih kecil dan pendek dari kaki  bagian belakang.  Jari kaki depan ada empat sedangkan jari kaki belakang ada lima, untuk memudahkan berenang pada bagian diantara jari-jarinya terdapat slaput renang. Kulit katak selalu di basahi oleh kelenjar kulit yang menghasilkan lendir.   Ordo Anura dibagi menjadi 27 famili, yaitu: Ascaphidae, Leiopelmatidae, Bombinatoridae, Discoglossidae, Pipidae, Rhinophrynidae,Megophryidae, Pelodytidae, Pelobatidae, Allophrynidae, Bufonidae, Branchycephalidae,Centrolenidae, Heleophrynidae, Hylidae, Leptodactylidae, Myobatrachidae, Pseudidae, Rhinodermatidae, Sooglossidae, Arthroleptidae, Dendrobatidae, Hemisotidae, Hyperoliidae, Microhylidae, Ranidae, Rachoporidae,( Pough et. al.,1998).  Ada 5 Famili yang terdapat di indonesia yaitu Bufonidae, Megophryidae, Ranidae, Microhylidae dan Rachoporidae.

Gambar 1 (Bufo melanostictus)

Tulang rangka ordo Anura :

Anatomi ordo Anura :

Morfologi berudu ordo Anura :


B. Ordo Caudata

Subordo : Cryptobranchoidea

- Familia Cryptobranchidae, Familia Hynobiidae

Subordo : Salamandroidea

- Familia Salamandridae, Familia Proteidae, Familia Ambystomatidae, Familia Amphiumidae, Familia Dicamtodontidae, Familia Plethodontidae

Subordo : Meantes

- Familia Sirenidae

Caudata disebut juga urodela. Ordo ini mempunyai ciri bentuk tubuh memanjang, mempunyai anggota gerak dan ekor serta tidak memiliki tympanum. Tubuh dapat dibedakan antara kepala, leher dan badan. Beberapa spesies mempunyai insang dan yang lainnya bernafas dengan paru-paru. Pada bagaian kepala terdapat mata yang kecil dan pada beberapa jenis, mata mengalami reduksi. Fase larva hampir mirip dengan fase dewasa. Anggota ordo Urodela hidup di darat akan tetapi tidak dapat lepas dari air. Pola persebarannya meliputi wilayah Amerika Utara, Asia Tengah, Jepang dan Eropa.  Urodella mempunyai 3 sub ordo yaitu Sirenidea, Cryptobranchoidea dan Salamandroidea. Sub ordo Sirenidae hanya memiliki 1 famili yaitu Sirenidae, sedangkan sub ordo Cryptobranchoidea memiliki 2 famili yaitu Cryptobranchidae dan Hynobiidae. Sub ordo Salamandroidea memiliki 7 famili yaitu Amphiumidae, Plethodontidae, Rhyacotritoniade, Proteidae, Ambystomatidae, Dicamptodontidae dan Salamandridae. ( Pough et. al., 1998)

Salamander memiliki tubuh yang memanjang dan memiliki ekor. Sebagian besar Salamander memiliki empat kaki, meskipun tungkai pada beberapa spesies akuatik jelas sekali mereduksi. Ada 2 kecenderungan yang cukup menonjol dalam proses evolusi Salamander yaitu hilangnya (mereduksi) paru-paru serta adanya paedomorphosis (adanya karakteristik larva pada Salamander dewasa) (Pough et al., 1998). Sangat mengherankan jika suatu hewan terestrial dapat bertahan hidup tanpa adanya paru-paru akan tetapi pada family terbesar Salamander yaitu Plethodontidae memiliki karakteristik tidak adanya paru-paru. Tidak adanya paru-paru mungkin terjadi pada Salamander karena kulit Salamander memungkinkan terjadinya pertukaran gas. Beberapa penjelasan telah disusun untuk menunjukkan keuntungan dari hilangnya paru-paru pada Plethodontidae, hipotesis yang paling mudah diterima berkaitan dengan evolusi hilangnya paru-paru adalah spesialisasi dari apparatus hyoideus yang terdapat di dalam tenggorokan sebagai suatu mekanisme dalam menjulurkan lidah untuk menangkap mangsa. Kartilago hyoideus merupakan bagian dari alat bantu pernapasan pada Salamander yang memiliki paru-paru. Jadi pada Plethodontidae, apparatus hyoideus yang seharusnya berperan sebagai alat bantu pernapasan jika dia memiliki paru-paru mengalami modifikasi menjadi mekanisme penjuluran lidah untuk menangkap mangsa dikarenakan paru-paru mereduksi. Anggota dari Pletodhontidae yang mampu menjulurkan lidah lebih jauh daripada panjang kepala dan tubuh dikelompokkan dalam Bolitoglossine (Pough et al., 1998).  Paedomorphosis adalah salah satu contoh dari fenomena evolusi yang disebut dengan heterochrony. Herterochorny terkait dengan perubahan waktu dan tingkat dari proses perkembangan (terutama dalam masa embryonik) yang merubah bentuk tubuh hewan dewasanya. Hewan dewasa yang paedomorphic biasanya memiliki habitat aquatic dan memiliki karakteristik larva seperti adanya insang luar, hilangnya kelopak mata serta perubahan pola gigi dewasanya. Paedomorphosis merupakan karakteristik pada beberapa Salamander aquatic seperti Proteidae. Pada family lain, seperti Ambystomatidae, beberapa spesies paedomorphic tetap bermetamorfosis menjadi Salamander dewasa yang terrestrial (Pough et al., 1998). Cau data atau Urodela mempunya anggota sekitar 350 spesies, tersebar terbatas di belahan bumi utara; Amerika Utara, Amerika Tengah, Asia Tengah (Cina, Jepang) dan Eropa. Bentuk tubuh setiap anggota Salamander sangat berbeda, sehingga mudah untuk mengidentifikasi. Kebanyakan family-family dari urodela terdapat di amerika dan tidak terdapat di Indonesia. Sebagian besar masa hidupnya di darat. Pembuahan ada yang eksternal dan ada yang internal. Reproduksinya ovipar dan ovovivipar. Ciri yang lainnya yaitu tidak memiliki tympanum, mempunyai insang atau tanpa insang dan mata kecil atau mereduksi (Pough et al., 1998).
Salamander merupakan kelompok Amphibia yang berekor. Semua anggota dari family ini memiliki ekor yang panjang, tubuh silinder yang memanjang serta kepala yang berbeda. Sebagian besar memiliki tungkai yang berkembang dengan baik, biasanya pendek tergantung pada ukuran tubuh. Tengkoraknya mereduksi dikarenakan adanya beberapa bagian yang menghilang. Sebagian besar anggotanya memiliki fertilisasi internal meski tak satu pun anggota dari family ini yang memiliki organ kopulasi. Fertilisasi internal terjadi ketika jantan mendepositkan spermatopora yang kemudian akan diterima oleh betina melalui bibir kloakanya (Zug, 1993).

Morfologi ordo Urodela :

Tulang Rangka ordo urodela :

Anatomi dalam ordo urodela :

C. Ordo Gymnophiona

- Familia Ichthyopidae , Familia Caecilidae, Familia Rhinatrematidae, Familia Scoleocomorphidae, Familia Uracotyphlidae, Familia Typhlonectidae


Ordo ini mempunyai anggota yang ciri umumnya adalah tidak mempunyai kaki sehingga disebut Apoda. Tubuh menyerupai cacing (gilig), bersegmen, tidak bertungkai, dan ekor mereduksi. Hewan ini mempunyai kulit yang kompak, mata tereduksi, tertutup oleh kulit atau tulang, retina pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor. Di bagian anterior terdapat tentakel yang fungsinya sebagai organ sensory. Kelompok ini menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya. Pada fase larva hidup dalam air dan bernafas dengan insang. Pada fase dewasa insang mengalami reduksi, dan biasanya ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik. Fertilisasi pada Caecilia terjadi secara internal. ( Webb et.al, 1981). Ordo Caecilia mempunyai 5 famili yaitu Rhinatrematidae, Ichtyopiidae, Uraeotyphilidae, Scolecomorphiidae, dan Caecilidae. Famili Caecilidae mempunyai 3 subfamili yaitu Dermophinae, Caecilinae dan Typhlonectinae. ( Webb et.al, 1981).  Famili yang ada di indonesia adalah Ichtyopiidae. Anggota famili ini mempunyai ciri-ciri tubuh yang bersisik, ekornya pendek, mata relatif berkembang. Reproduksi dengan oviparous. Larva berenang bebas di air dengan tiga pasang insang yang bercabang yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang lama di air sebelum metamorphosis. Anggota famili ini yang ditemukan di indonesia adalah Ichtyophis sp., yaitu di propinsi DIY.

Anatomi tulang kepala ordo Gymnophiona :

D.  Ordo Proanura

Anggota-anggota ordo ini tidak dapat diketemukan atau dapat dikatakan telah punah. Anggota-anggota ordo ini hidupnya di habitat akuatik sebagai larva dan hanya sedikit saja yang menunjukkan perkembangan ke arah dewasa. Ciri-ciri umumnya adalah mata kecil, tungkai depan kecil, tanpa tungkai belakang, kedua rahang dilapisi bahan tanduk, mempunyai 3 pasang insang luar dan paru-paru mengalami sedikit perkembangan. Amphibi ini tidak menunjukkan adanya dua bentuk dalam daur hidupnya. (Duellman and Trueb, 1986).Proanura ( telah punah )(Zug, 1993; Iskandar & Colijn, 2000 ; Eprilurahman, 2007)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.